Hujan
kembali mengetuk kediamanku
Mencegahku untuk beranjak pergi dari tempat malam menangis
Ia tak pernah berbicara meski sering mengajakku bercengkerama
Menjilat basah setiap sendi dan nadi
Menyayat kembali luka yang tak kan pernah berdarah
Sempat kucoba merangkul awan
Tapi ku dekati pun ia enggan
Terpaku aku di bumi
Hanya mampu menatap nya menyelubung alam
Tetap menghujani ku dengan tiap tetes yang tak terperikan
Mencegahku untuk beranjak pergi dari tempat malam menangis
Ia tak pernah berbicara meski sering mengajakku bercengkerama
Menjilat basah setiap sendi dan nadi
Menyayat kembali luka yang tak kan pernah berdarah
Sempat kucoba merangkul awan
Tapi ku dekati pun ia enggan
Terpaku aku di bumi
Hanya mampu menatap nya menyelubung alam
Tetap menghujani ku dengan tiap tetes yang tak terperikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar