Kembali ku tatap cermin usang di dinding rumahku
Selalu terlihat wajah lelah yang sama
Wajah sesosok diri yang aku yakin adalah aku
Kembali aku bertanya tentang makna
Apa arti sebuah perayaan besar
Bila ia tak memberi kebahagiaan bagi orang yang membutuhkan
Sedangkan aku masih terhantui beribu tanya tentang diri itu
Kembang api menyeruak langit malam
Meledaklah ia hingga tubuhnya terbentang luas menyiangi langit perayaan
Namun itu tak menjawab sebuah pertanyaan tentang embun dan batu tua
Membiarkanku mereka diri dalam hiruk pikuk imajinasi
Atau mungkinkah itu ilusi?
Boyolali, 4 Oktober 2014
Sabtu, 04 Oktober 2014
Jumat, 19 September 2014
Sebongkah Diri
Ini adalah sajak
Tentang nafas yang menemaniku
Tentang darah yang menghangatkanku
Tentang jemari yang mencabik
Tentang mata yang menipu
Tentang wajah berlalu
Tentang lidah yang menghianati
Tentang sukma
Tentang nyawa
Tentang jiwa
Tentang nafas yang menemaniku
Tentang darah yang menghangatkanku
Tentang jemari yang mencabik
Tentang mata yang menipu
Tentang wajah berlalu
Tentang lidah yang menghianati
Tentang sukma
Tentang nyawa
Tentang jiwa
Kamis, 09 Januari 2014
Sajak Kesendirian
Bila malam adalah kawan
Akan selalu kugenggam ia biar tidak pergi
Pagi itu manis
Tapi tak pernah ia menyapaku
Ah, mentari pagi
Enggan nian engkau menatapku
Akan selalu kugenggam ia biar tidak pergi
Pagi itu manis
Tapi tak pernah ia menyapaku
Ah, mentari pagi
Enggan nian engkau menatapku
Langganan:
Postingan (Atom)