Sabtu, 04 Oktober 2014

Secarik Wajah

Kembali ku tatap cermin usang di dinding rumahku
Selalu terlihat wajah lelah yang sama
Wajah sesosok diri yang aku yakin adalah aku

Kembali aku bertanya tentang makna
Apa arti sebuah perayaan besar
Bila ia tak memberi kebahagiaan bagi orang yang membutuhkan
Sedangkan aku masih terhantui beribu tanya tentang diri itu

Kembang api menyeruak langit malam
Meledaklah ia hingga tubuhnya terbentang luas menyiangi langit perayaan
Namun itu tak menjawab sebuah pertanyaan tentang embun dan batu tua
Membiarkanku mereka diri dalam hiruk pikuk imajinasi
Atau mungkinkah itu ilusi?

Boyolali, 4 Oktober 2014