Selasa, 28 Mei 2013

Senja Merah

Senja menari  sini, dalam sepi
Seakan langit tak mampu lagi menopang keagungan mentari
Sepi
Hanya kicau daun gugur yang mengisi kekosongan senja nestapa

Ah
Tak tahan aku merasakan keadaan yang seperti ini
Terikat jerat temali tanpa mampu melepaskannya
Menjeratku hingga titik dimana aku tak tahu lagi kemana aku harus melangkah

Wahai ufuk bumantara
Andai engkau mampu datang ketika aku terbangun dari tidurku
Membawakan senyuman hangatmu dengan segelas susu hangat ditanganmu
Dan aku menerima dekap tanganmu dalam kedamaian
Menikmati kelembutanmu
Andai saja

Dan kini tinggal sinar rembulan memelukku penuh kemesraan
Menciptakan bayang diriku yang hanya mampu duduk termenung

Cahaya rembulan hangat dan penuh dengan kasih sayang
Tapi mengapa aku tidak bisa merasakannya?
Justru karima yang kurasakan memberi dekapan
Membekukan

Oh cakrawala senja
Akankah kau pergi?
Hak apakah yang aku miliki untuk mencegahmu
Engkau memiliki langit yang di dalamnya engkau ada
Meski demikian tetap kau relakan dirimu menemaniku dalam loka fana
Apakah karena engkau merasa kasihan kepadaku
Ataukah . . .


Hanya sebuah harapan tentang waktu yang akan mempertemukan kita kembali yang mampu menopang ragaku tetap utuh di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar