Batu
Teronggok
diam disamping tugu
Tetap
terdiam di tengah orang yang lalu
Selalu terdiam hingga berakhirnya sang waktu
Batu
Kau
biarkan derasnya hujan membasahimu
Kau
biarkan terik mentari menghanguskanmu
S’lalu
terdiam dalam gelapnya malam syahdu
Tetap
terdiam dalam limpahan cahaya sendu
Tapi
mengapa tak kau biarkan amukan badai menerbangkanmu?
Mengapa tak kau biarkan
terjangan topan menggoyahkanmu?
Tak ada
yang mengerti apa yang kau rasa
Tak ada
yang tahu apa yang kau damba
Ttak ada
yang melihat bahwa kau tersiksa
Bahwa
kau kecewa dan terluka
Terbakar
hebat dalam dendam yang membara
Bahkan jika kau mati pun tak akan ada yang mempedulikannya
Kau
berfikir bahwa hidup ini seperti mimpi
Tak
ada yang abadi
Semua
akhirnya akan mati
Semua
akan berakhir
Seperti
ketika kita terbangun di pagi hari
Dimana
segala indah mimpi
Musnah sirna tiada arti
Sesekali
ada yang peduli
Mengatakan
bahwa hidup ini bukanlah mimpi
Hidup
ini tentang bagaimana kita berarti
Tentang
cara kita untuk mengerti
Tentang
seberapa dikenangnya ketika kita telah mati
Dan tentang seberapa hebat sejarah merekam kisah kita nanti
Tapi
kau tetap teguh
Tetap
utuh
Tak
kan runtuh
Tak mau patuh
Tak
pernah mengeluh
Dan tetap berada dalam genangan
air keruh
Tak
habis pikir aku dibuatnya
Memang
aku tak mengerti apa yang kau rasa
Tapi
tidak biaskah kau berfikir seperti orang biasa?
Berfikir secara sewajarnya
Batu
Teronggok
diam disampingku
Menunggu
saat berakhirnya sang waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar